BPBD Tapin Menyelenggarakan Penguatan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana

BPBD Tapin Menyelenggarakan Penguatan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana

diskominfo | 4 Juni 2026 | Berita


RANTAU,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Tapin menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas kawasan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan bencana dengan keluarga tangguh bencana (KATANA), bertempat  di Aula Lantai 2 BPBD Kabupaten Tapin. Rabu, 03 Juni 2026.

Kegiatan di buka oleh Kepala BPBD Tapin yang diwakili    Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kab. Tapin H Syahradi dan dihadiri Narasumber Ariansyah BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.

Seperti yang diutarakan Syahradi dalam sambutannya, Kabupaten Tapin  memiliki potensi kerawanan bencana alam yang cukup beragam, mulai dari banjir, banjir bandang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, tanah longsor, hingga cuaca ekstrim puting beliung. Bencana bisa datang kapan saja, tanpa permisi, dan seringkali tanpa kita duga.

Penguatan kesiapsiagaan ini bukan sekadar imbauan, melainkan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tapin dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan Kebencanaan. Melalui SPM ini, BPBD berkewajiban memastikan bahwa setiap warga negara yang berada di kawasan rawan bencana mendapatkan layanan informasi, edukasi, dan pelatihan pencegahan mitigasi secara merata.

Diungkapkan Syahradi, dalam memenuhi target SPM Kebencanaan tersebut, BPBD tidak bisa berjalan sendiri. Kami memerlukan mitra strategis yang memiliki kedekatan emosional dan geografis langsung dengan masyarakat. Di sinilah Posyandu memegang peran yang sangat krusial.

Posyandu bukan lagi sekadar tempat menimbang balita atau memeriksa kehamilan, melainkan pusat edukasi warga yang paling aktif di tingkat rukun tetangga. Ketika kita bicara tentang bencana, kelompok yang paling berisiko tinggi menjadi korban adalah kelompok rentan—yaitu bayi, balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan lansia. Merekalah yang setiap bulan bersentuhan langsung dengan layanan Posyandu.

"Oleh karena itu, melalui momentum hari ini, kita mengintegrasikan program Katana dengan peran kader-kader Posyandu yang luar biasa. Kita ingin para kader Posyandu juga dibekali kemampuan mitigasi bencana, sehingga saat melakukan penyuluhan, mereka tidak hanya bicara tentang gizi dan stunting, tetapi juga menyelipkan pesan-pesan kesiapsiagaan bencana," paparnya.